Critical Review: "PENGARUH KUALITAS LABA DAN LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2010-2014"
“RANGKUMAN REVIEW PENGARUH KUALITAS LABA DAN LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP BIAYA MODAL
EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA PERIODE
TAHUN 2010-2014”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pelaporan Akuntansi
Disusun Oleh:
Andiny Fajriany
NIM.2016121527
SITI NUR ALVIA
NIM.2016122247
PROGRAM STUDI AKUNTANSI S1
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGGERANG SELATAN
2020
Judul : PENGARUH KUALITAS LABA DAN LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA
Peneliti : Mia Efrina, Faisal
Tahun Penelitian : 2016
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kualitas laba, likuiditas saham terhadap biaya modal ekuitas di perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan manajemen laba sebagai indikator kualitas laba dan volume perdagangan sebagai indikator likuisitas saham. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sehingga terpilih 20 perusahaan manufaktur yang dipilih sebagai sampel yang selanjutnya dianalisis oleh regresi linear berganda untuk menyelidiki efek parsial dan simultan. Telah ditemukan bahwa, manajemen laba secara persial berpengaruh positif signifikan terhadap biaya modal ekuitas dan volume perdagangan berpengaruh negatif signifikan terhadap biaya modal ekuitas.
KATA PENGANTAR
Puji syukur selalu kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang menguasai alam beserta isinya. Sholawat dan salam tidak lupa kita curahkan kepada teladan kita, Rosulullah Muhammad SAW, beserta para sahabat dan pejuang-pejuang yang senantiasa berada di jalan-Nya.
Sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini yang berisi tentang “EKUITAS” yang diambil dari sebuah jurnal dengan judul "PENGARUH KUALITAS LABA DAN LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA". Ini dapat terselesaikan. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Pelaporan Akuntansi Keuangan serta sebagai bahan belajar bagi mahasiswa.
Terima kasih kami sampaikan atas kerja sama dan kekompakan seluruh anggota kelompok sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu. Dan tak lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan selama makalah ini dikerjakan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, bagi pembaca makalah ini, masukan, kritik, dan saran sangat kami harapkan demi peningkatan kualitas selanjutnya. Semoga pembaca dapat memperoleh manfaat dari makalah ini dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan pengetahuan mengenai materi yang kami sampaikan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Hal yang melatarbelakangi mengapa peneliti mengambil judul tersebut disebabkan karena banyaknya perusahaan di Indonesia melakukan manipulasi laba, memberikan pelaporan informasi laba tidak sesuai dengan laba yang sebenarnya sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk investor. Untuk mengurangi biaya modal ekuitas yang harus dikeluarkan perusahaan untuk membiayai sumber pendanaan, maka perusahaan harus mengurangi manajemen laba, jika tidak ada manajemen laba dalam perusahaan artinya informasi laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan adalah informasi yang sebenarnya bukan dimanipulasi. Informasi laba yang dimanupulasi untuk kepentingan manejer dilakukan agar laporan keuangan perusahaan tampak baik, sehingga dinilai bahwa manajer mampu mengoptimalkan keuntungan perusahaan kemudian manajer mendapatkan imbalan sesuai dengan kontraknya. Dengan laporan keuangan perusahaan tampak baik sehingga bisa membuat para investor dan kreditor baru tertarik untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Sedangkan para investor dan kreditor lama akan merasa puas atas kinerja manajemen pada periode bersangkutan, tindakan tersebut dinamakan manajemen laba. Dengan adanya manajemen laba dalam perusahaan maka bisa katakan likuiditas saham rendah artinya tingkat volume perdagangan rendah karena saham-saham tersebut bersifat likuid.
1.2. Fenomena yang terjadi
Adanya konflik kepentingan dan tidak transparannya laporan keuangan. Tindakan yang biasanya dilakukan oleh manajer untuk mempengaruhi angka dalam laporan keuangan adalah dengan melakukan manajemen laba sehingga praktik manajemen laba dapat dipandang dari dua perspektif yang berbeda, yaitu sebagai tindakan yang salah (negatif) dan sebagai tindakan yang seharusnya dilakukan manajemen (positif). Oleh karena itu manajemen laba merupakan sebuah fenomena yang sampai saat ini masih diperdebatkan mengenai tanggung jawab sosialnya. Manajemen laba berada di area antara sebuah kecurangan dan merupakan aktivitas yang diijinkan oleh prinsip akuntansi. Berdasarkan hal tersebut, laporan keuangan dapat disebut sebagai tanggung jawab sosial pribadi dan cerminan perilaku etis dari orang yang membuat laporan keuangan tersebut. Manajemen laba menyebabkan banyak informasi yang harus diungkap oleh perusahaan, sehingga berkonsekuensi terhadap meningkatnya biaya yang dikeluarkan oleh perushaaan untuk menyediakan informasi bagi publik (cost of equity capital), manajemen laba meningkat seiring dengan meningkatnya biaya modal ekuitas yang dikeluarkan oleh perusahaan.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Teori Keagenan
Teori keagenan Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan hubungan keagenan sebagai kontrak yang mana satu atau lebih pemilik (Principal) menggunakan orang lain atau manajer (agent) untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Di dalam teori keagenan, yang dimaksud dengan principal adalah pemegang saham/pemilik, sedangkan agent adalah manajemen yang mengelola harta pemilik. Principal menyediakan fasilitas dan dana untuk kebutuhan operasi perusahaan. Agent sebagai pengelola berkewajiban untuk mengelola perusahaan sebagaimana dipercayakan pemegang saham (principal), untuk meningkatkan kemakmuran principal melalui peningkatan nilai perusahaan. Sebagai imbalannya agen takan memperoleh gaji, bonus, dan berbagai kompensasi lainnya.
2.2. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu terkait dengan kualitas laba (manajemen laba), likuiditas saham (volume perdagangan), dan biaya modal ekuitas telah dilakukan oleh:
Utami (2005) dan Chancera (2011) yang menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas. Semakin tinggi manajemen laba yang diukur berdasarkan rasio akrual modal kerja terhadap penjualan maka akan semakin tinggi pula biaya modal ekuitas yang diukur dengan menggunakan model Ohlson (1995).
Bukti empiris hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Amihud dan Mendelson (1986) menemukan bahwa peningkatan likuiditas saham akan menurunkan cost of capital perusahaan.
Posting Komentar untuk "Critical Review: "PENGARUH KUALITAS LABA DAN LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2010-2014""